Tuesday, June 10, 2008

Kartu TWI-JR

CARA MENANGANI MASALAH

Menetapkan Tujuan

Step 1 Menangkap Fakta

Periksa hal-hal sampai saat ini

Ada peraturan dan norma apa saja ?

Bicara dengan orang terkait

Tangkap perasaan & unek-uneknya

Tangkap semua duduk perkaranya

Step 2 Pikirkan baik-baik kemudian Menetapkan

Rapikan semua Fakta

Pikirkan keterkaitan antara fakta

Pikirkan Tidakan apa ?

Pastikan dengan kebijakan dan aturan

Tujuannya bagaimana, terhadap orang yang bersangkutan ?

Terhadap tempat kerja, terhadap produksi bagaimana dampaknya ?

Jangan tergesa-gesa ambil keputusan !

Step 3 Mengambil Tindakan

Apakah seharusnya dilakukan sendiri ?

Perlukah bantuan seseorang ?

Haruskah memberitahu atasan ?

Perhatikan timing tindakan

Jangan alihkan tanggung jawab

Step 4 Memastikan sesudahnya

Kapan memastikan ?

Berapa kali harus memastikan ?

Pencapaian hasil, sikap dan hubungan timbal balik

Apakah menjadi lebih baik ?

Apakah tindakan itu bermanfaat untuk produksi ?

CARA MEMPERLAKUKAN ORANG

Supervisor mencapai hasil melalui bawahan

SIKAP DASAR

Untuk menjadikan baik hubungan antar manusia

Memberitahu baik tidaknya sikap kerja orang yang bersangkutan.

Menentukan dulu apa yang anda inginkan kepada yang bersangkutan

Membimbing agar lebih baik lagi dapat melakukan pekerjaan.

Memuji pada waktu baik

Memperhatikan aktifitas & pekerjaan menarik yang tidak biasanya

Mengatakan sebelum lupa

Memberitahu jauh-jauh hari perubahan yang berpengaruh kepada yang bersangkutan

Kalau bisa dikatakan alasannya

Berusaha meyakinkan perubahan tersebut

Memaksimalkan potensi yang bersangkutan

Mencari potensi yang tersembunyi

Tidak menghalang-halangi jalan untuk berkembang

Bawahan harus diperlakuka dengan

Memperhatikan personalitasnya

Kartu TWI-JS

Definisi dari Keselamatan adalah memikirkan secara dini tindakan-tindakan yang harus diambil sebelum melakukan suatu pekerjaan.

Step 1 Pikirkan dan cari faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan

Cek kondisi aktual, cek catatan-catatan, bertanyalah jika tidak tahu

Memperkirakan kemungkinan-kemungkinan terjadinya kecelakaan

Apakah dari faktor benda-benda atau orang ?

Cek aturan dan standar yang berlaku

Dan selalu sadar akan kondisi kerja

Step 2 Pikirkan tindakan-tindakan yang harus dilakukan, lalu putuskan

Coba urutkan faktor-faktor penyebab suatu kecelakaan

Pikirkan hubungan korelasi antar penyebab-penyebab itu

Tanyakan ke orang yang lebih tahu detail tentang hal tsb.

Pikirkan beberapa tindakan yang bisa diambil

Kebijakan yang diambil harus berstandar pada aturan dan standar

dan putuskan tindakan perbaikan berikutnya

Cek jangan-jangan ada penyebab dari diri sendiri

Step 3 Lakukan tindakan

Bisakah kita lakukan sendiri ?

Perlukah melapor ke atasan ?

Minta kerjasama dengan siapa ?

Segera lakukan tindakan itu

Step 4 Review hasil-hasil tindakan yang dilakukan

Sering-sering cek

Apakah tindakan sudah dilakukan dengan sebenar-benarnya ?

Apakah penyebab-penyebab itu sudah benar-benar dihilangkan ?

Apa tidak muncul penyebab yang baru ?

Benda Part-part, material

Fasilitas-fasilitas, mesin, tool-jig

Metoda kerja, layout

Benda-benda berbahaya, benda-benda yang merusak

Lingkungan

Orang Level kemampuan orang

Kondisi mental orang

Sikap kerja, metode

Pemakaian alat pelindung

Penanganan atas tool-tool yang dipakai

Hubungan antar manusia

Kontak Timing dari kontak itu bagaimana keadaannya

Seiri – Seito Penyempurnaan inspeksi mesin Kerja standar

Catatan tanpa ada kecelakaan bukanlah sekedar catatan nasib baik,

Tetapi merupakan catatan hasil kerja dari kita para pemimpin

Hormati manusia Perjelas faktor-faktor yang bisa jadi penyebab kecelakaan

Sunday, February 18, 2007

Mulai Training TWI-JS

Hari ini sampai lagi di Shibuya. Dingin banget, hujan lagi.... jadi harus beli payung deh.
Mulai besok training TWI lagi, kali ini training TWI-JS (Job Safety). Nah... bisa nambah lagi nih tulisan dengan TWI-nya. Sebenarnya pengen banyak nulis, tapi meeting melulu tiap hari jadi nggak sempet nulis.

Dewa.....

Saturday, February 3, 2007

Kartu JM (Job Method)

------ Cara Kaizen ------

Adalah cara yang realistis dan bermanfaat untuk memproduksi secara masal, dengan kualitas baik, dalam waktu singkat dengan menggunakan material, mesin dan sumber daya manusia yang tersedia.

Tahap 1 …… Menguraikan pekerjaan

1. Catat semua item pekerjaan seperti apa adanya saat ini

2. – Pekerjaan pengangkutan

- Pekerjaan dengan mesin

- Pekerjaan dengan tangan

Semua menjadi detail

Tahap 2 …… Bertanya kepada diri sendiri, mengenai detail itemnya

1. Lakukan pertanyaan seperti dibawah ini :

Mengapa hal tersebut diperlukan ?

Apa tujuan dari hal tersebut ?

Dimana sebaiknya dilakukan ?

Kapan sebaiknya dilakukan ?

Siapa yang paling tepat untuk melakukannya ?

Bagaimana cara yang baik untuk melakukannnya ?

2. Bersamaan dengan itu, bertanya kepada diri sendiri mengenai hal berikut

Material, Mesin, Fasilitas, Perkakas, Desain, Lay out, Gerakan, Keselamatan dan Perapihan

Tahap 3…… Mengembangkan metode baru

1. Hilangkan item kerja yang tidak diperlukan.

2. Bila dapat, gabungkan item kerja yang ada

3. Ganti urutan item kerja yang baik

4. Permudah item kerja yang diperlukan

Agar pekerjaan lebih nyaman dan aman,

- Letakkan material, perkakas dan fasilitas di tempat yang paling baik dari ruang gerak tubuh

- Gunakan alat pengirim jatuh otomatis atau alat suplai lainnya yang memakai gravitasi

- Gunakan kedua belah tangan secara efektif

- Ganti tangan untuk penyangga dengan jig atau alat bantu lain

5. Pikirkan untuk meminta bantuan dari orang lain

6. Catat item kerja cara baru

Tahap 4…… Melaksaakan metode baru

1. Buat atasan untuk mengerti metode baru.

2. Buat bawahan untuk mengerti metode baru

3. Mintakan persetujuan akhir dari bagian yang berkaitan mengenai keamanan, kualitas, jumlah produksi dan harga dasar

4. Terapkan metode baru ke dalam pekerjaan. Gunakan metode tsb. Sampai kaizen berikutnya.

5. Akui kontribusi orang lain.

Kartu JI (Job Instruction)

----- 4 Tahap Cara Mengajar ------

Tahap 1 …… Dipersiapkan untuk belajar

Dibuat nyaman

Menyebutkan pekerjaan apa yang akan dikerjakan

Mengecek tingkat pengetahuan terhadap pekerjaan tersebut

Diciptakan perasaan ingin belajar pekerjaan tersebut

Ditempatkan di posisi yang benar

Tahap 2 …… Menjelaskan pekerjaan

Menyebutkan, memperagakan dan menerangkan dengan tulisan

satu demi satu step utamanya

Menekankan poin-poin pentingnya

Dengan jelas, tanpa ada yang terlewat dan sabar

Tidak dipaksakan melebihi kemampuan pemahamannya.

Tahap 3…… Disuruh mempraktekannya

Ketika mempraktekkannya………segera perbaiki bagian yang salah

Sambil mempraktekkannya, disuruh menjelaskan pekerjaan tersebut

Disuruh mempraktekan sekali lagi, sambil menyebutkan poin pentingnya

Pastikan sampai yakin bahwa sudah dimengerti

Tahap 4…… Melihat setelah diajarkan

Disuruh menjalankan pekerjaan yang telah diajarkan

Menetapkan orang untuk bertanya ketika ada yang tidak dimengerti

Dicek berulang kali

Dibuat supaya mau bertanya

Mengurangi bimbingan secara bertahap.

Bila orang yang diajarkan tidak ingat, itu karena kita tidak mengajarkannya


------- CARA MENGAJARAKAN PEKERJAAN -------

CARA PERSIAPAN

Sebelum mengajar :

Membuat Tabel Rencana Pelatihan

Siapa…..

Pekerjaan yang mana…..

Sampai kapan…..

Menguraikan pekerjaan

Mendaftar dan mengurutkan step-step yang utama

Mencari poin-poin pentingnya

(Keselamatan senantiasa jadi poin penting)

Menyiapkan seluruh barang-barang

Peralatan, perkakas, material yang benar dan barang-barang lain yang diperlukan

Mengatur dan menyiapkan tempat kerja

Dilakukan dengan baik, supaya pekerja senantiasa mematuhinya.

Wednesday, January 31, 2007

Sejarah Training Within Industry (Part 4)

lanjutan.....

Oktober 1951 Introduksi TWI di Jepang dinyatakan selesai.
Juli 1955 Pendirian Asosiasi Nihon Sangyou Kunrenn. (Asosiasi Pelatihan Manufaktur Jepang)  Menjadi inti dalam pelatihan untuk pengawas yang berdasarkan MTP dan TWI.
1968 dimulai program pelatihan baru yang dinamakan Cara bekerja secara aman. Dan dimulai training JS.

Sebagai tambahan Informasi, dibawah ini adalah jumlah lulusan trainer di Jepang, hingga Maret 2006.

1. TWI-JI/Job Instrucion. 6263
2. TWI-JM/Job Methods 4265
3. TWI-JR/Job Relations 4733
4. TWI-JS/Job Safety 3044

Sejarah Training Within Industry (Part 4)

lanjutan.....

Oktober 1951 Introduksi TWI di Jepang dinyatakan selesai.
Juli 1955 Pendirian Asosiasi Nihon Sangyou Kunrenn. (Asosiasi Pelatihan Manufaktur Jepang)  Menjadi inti dalam pelatihan untuk pengawas yang berdasarkan MTP dan TWI.
1968 dimulai program pelatihan baru yang dinamakan Cara bekerja secara aman. Dan dimulai training JS.

Sebagai tambahan Informasi, dibawah ini adalah jumlah lulusan trainer di Jepang, hingga Maret 2006.

1. TWI-JI/Job Instrucion. 6263
2. TWI-JM/Job Methods 4265
3. TWI-JR/Job Relations 4733
4. TWI-JS/Job Safety 3044