Wednesday, January 31, 2007

Sejarah Training Within Industry (Part 4)

lanjutan.....

Oktober 1951 Introduksi TWI di Jepang dinyatakan selesai.
Juli 1955 Pendirian Asosiasi Nihon Sangyou Kunrenn. (Asosiasi Pelatihan Manufaktur Jepang)  Menjadi inti dalam pelatihan untuk pengawas yang berdasarkan MTP dan TWI.
1968 dimulai program pelatihan baru yang dinamakan Cara bekerja secara aman. Dan dimulai training JS.

Sebagai tambahan Informasi, dibawah ini adalah jumlah lulusan trainer di Jepang, hingga Maret 2006.

1. TWI-JI/Job Instrucion. 6263
2. TWI-JM/Job Methods 4265
3. TWI-JR/Job Relations 4733
4. TWI-JS/Job Safety 3044

Sejarah Training Within Industry (Part 4)

lanjutan.....

Oktober 1951 Introduksi TWI di Jepang dinyatakan selesai.
Juli 1955 Pendirian Asosiasi Nihon Sangyou Kunrenn. (Asosiasi Pelatihan Manufaktur Jepang)  Menjadi inti dalam pelatihan untuk pengawas yang berdasarkan MTP dan TWI.
1968 dimulai program pelatihan baru yang dinamakan Cara bekerja secara aman. Dan dimulai training JS.

Sebagai tambahan Informasi, dibawah ini adalah jumlah lulusan trainer di Jepang, hingga Maret 2006.

1. TWI-JI/Job Instrucion. 6263
2. TWI-JM/Job Methods 4265
3. TWI-JR/Job Relations 4733
4. TWI-JS/Job Safety 3044

Saturday, January 27, 2007

Sejarah Training Within Industry (Part 3)

Sejarah TWI di Jepang

Kelahiran TWI
Nah, bagaimana dengan Sejarah TWI sendiri di Jepang ? Mengapa TWI begitu menyebar luas di Jepang ?

Mari kita berkilas balik pada sejarah lahirnya TWI. TWI lahir di Amerika pada bulan Agustus 1940, dimana tujuannya adalah dalam rangka persiapan perang. Untuk kebutuhan tsb. diajukan suatu rencana pengadaan pelatihan di perusahaan2 guna penguatan produksi saat terjadinya perang, dengan titik berat pada pelatihan pengawas (penyelia/supervisor). Pelatihan yang dikhususkan tsb. yang kelak dinamakan sebagai TWI. Pelatihan pengawas pada saat tersebut dibagi menjadi 3 item, TWI-JI, JM dan JR.

Konsep dasar dari TWI adalah sebagai berikut :
1. Menghargai manusia : Bila kita mengerjakannya, pasti bisa. Berkeinginan menghadapi tantangan.
2. Pendekatan secara ilmiah : Melihat pekerjaan secara rasional.
3. Berkontribusi pada negara : Melakukan kontribusi yang lebih kepada negara.

Organisa pelaksana TWI di Amerika, pada bulan April 1942 hingga September 1945 ada di bawah koordinasi institusi pemerintah pusat yaitu di bawah komisi sumber daya manusia untuk perang yang mempunyai karyawan 45 orang dan spesialis 10 orang. Untuk bahan pelatihannya sendiri dimulai dari April 1942, dirangkumkan hingga September 1943 (Untuk TWI-JI, JR, JM).

Karakter TWI
Karakter pelatihan TWI adalah sebagai berikut :
1. Terstruktur. Bahan pelatihan TWI dibuat standard, mudah dipelajari dan mudah digunakan.
2. Dilakukan dengan cara diskusi dan praktek
3. Mengutamakan kemampuan(skill) dibandingkan dengan pengetahuan, titik berat bagaimana supaya bisa melakukannya (praktek)
4. Prosedur pelatihan : Dengan cara yang mudah dan segera praktek

Sejarah TWI di Jepang
Akhir thn 1948 General Head Quarter (GHQ) yg dipimpin oleh Mc Arthur memberikan bahan TWI kepada Kementrian Tenaga Kerja, Jepang. (Edisi Inggris).
Mei 1949 Memperjelas tanggung jawab Mentri Tenaga Kerja Jepang dalam pemberi bantuan. Undang-Undang kestabilan pekerjaan bab 30.
Maret 1950 Dimulai pelatihan pendidikan trainer TWI-JI untuk pertama kali.
Oktober 1950 Dimulai pelatihan pendidikan trainer TWI-JR untuk pertama kali.
Januari 1951 Orang-orang yang terkait TWI datang berkunjung ke Jepang.


Sudah ngantuk.... besok pulang ke Indonesia. Senang... sekali. :-)

(Sumber : Nihon Sangyou Kunren Kyoukai)

Thursday, January 25, 2007

Sejarah Training Within Industry (Part 2)

Hubungan TWI dengan Lean (JIT) System

Walaupun program TWI mulai disingkirkan pada akhir perang dunia ke-2, tetapi metode ini diperkenalkan ke negara-negara kalah perang dunia di Eropa dan Asia. Sistem ini diterima dengan sangat baik di Jepang, dimana TWI membentuk sistem yang menjadi budaya kaizen di dunia industri.

Kaizen yang di dunia Barat dikenal dengan "Quality Circles" dipadukan dengan baik oleh Taichi Ono (Bapak Sistem Produksi Toyota) dengan Just In Time. Bahkan ada suatu cerita pada saat Toyota mengembangkan sayapnya ke Amerika Serikat dengan mendirikan NUMMI(New United Motor Manufacturing) pada tahun 1984 bersama dengan General Motor, trainer dari Toyota membawa kopi manual tua training TWI ke Amerika. Manual itu ditujukan untuk membuktikan bahwa pekerja Amerika di NUMMI dapat diajarkan dengan metode "Jepang" yang digunakan di Toyota. Jadi sebenarnya TWI adalah pelopor apa yang sekarang dianggap sebagai kreasi Jepang.

TWI menghasilkan dampak secara langsung terhadap pengembangan dan penggunaan sistem kaizen dan standar kerja di Toyota. Dimana untuk cara kerja diajarkan dengan cara Job Instruction dan metode kaizen merupakan keturunan langsung dari Job Methods, sedangkan Job Relations berdampak terhadap pengembangan struktur Team dan Grup Leader di Toyota.
Singkatnya dengan kata lain, salah satu penyebab keunggulan dari Toyota adalah penerapan TWI yang sangat berhasil.

"Menyadari" hal tersebut, Amerika mulai "menarik kembali" anaknya yang hilang. Berbagai tulisan tentang TWI mulai diterbitkan di Amerika sbb :
1. TWI- The Missing Link to Lean and Kaizen, by Robert Wrona
2. The Roots of Lean, Training Within Industry : The Origin of Kaizen, by Jim Huntzinger

Bahkan "The TWI Institute" (http://twi-institute.org) pada tanggal 5-6 Juni 2007, direncanakan akan menggelar TWI Summit di Orlanda, Florida, Amerika Serikat.


(Referensi : Wikipedia)

Wednesday, January 24, 2007

Jenis-jenis pelatihan TWI

Secara umum dalam pengontrolan dan pengawasan lapangan pekerjaan, ada 2 pengetahuan dan 4 kemampuan (skill) yang menjadi persyaratan untuk seorang pengawas (supervisor).

Pengetahuan dan Kemampuan itu adalah sebagai berikut :
1. Pengetahuan tentang pekerjaan
Secara jelas mengetahui detail tentang pekerjaanya

2. Pengetahuan tentang tanggung jawab pekerjaan

Mengetahui apa yang menjadi tanggung jawab seorang pengawas

3. Kemampuan mengajar

Dapat melakukan pengontrolan pekerjaan dan pelatihan bawahan

4. Kemampuan melakukan perbaikan terus-menerus

Dapat melakukan atau mempunyai kemampuan untuk memperbaiki cara kerja

5. Kemampuan menangani orang

Dapat menangani bawahan dengan baik

6. Kemampuan melakukan pekerjaan dengan aman

Dapat mengontrol keselamatan dan kesehatan kerja di area kerja


Dalam pelatihan TWI, untuk kebutuhan pengawas disediakan training untuk peningkatan 4 kemampuan (skill) diatas. Jenis-jenis pelatihannya adalah sebagai berikut :

1. TWI-JI (Job Instruction), untuk mengajar
2. TWI-JM (Job Methods), untuk melakukan perbaikan terus-menerus
3. TWI-JR (Job Relations), untuk menangani orang
4. TWI-JS (Job Safety), untuk melakukan pekerjaan dengan aman

(Bahan : Pamflet Nihon Sangyou Kunren Kyoukai)

Tuesday, January 23, 2007

Sejarah Training Within Industry (Part 1)

Training Within Industry (TWI) diciptakan oleh Departemen Perang Amerika Serikat yang berlangsung dari tahun 1940 hingga 1950 di bawah Komisi Sumber Daya Manusia untuk Perang. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan konsultasi industri yang berhubungan dengan perang, dimana para karyawannya banyak yang direkrut masuk militer AS, sedangkan pada saat yang bersamaan Departeman Perang menerbitkan permintaan penambahan amunisi, perbekalan, dll. Jelaslah bahwa kekurangan karyawan yang berkemampuan dan terlatih pada saat yang dibutuhkan akan membuat kesulitan untuk industri tsb.

Hanya training pekerjaan yang metodenya diperbaikilah yang akhirnya dapat memperpendek waktu pembelajaran tentang pekerjaan. Pada saat inilah TWI mulai banyak dipakai. Hingga akhir perang dunia ke-2, lebih dari 1.6 juta pekerja dari lebih 16.500 pabrik telah mempunyai sertifikasi ini.


Mengapa TWI menghilang dari Amerika ?

Walaupun TWI lahir di Amerika Serikat, mengapa TWI menghilang dari negara tempat dilahirkannya ? Salah satu teorinya adalah karena industri di Amerika Utara tidak mempunyai lawan bersaing pada tahun 1945. Dengan tidak adanya kompetisi untuk mencapai industri yang efisien, hanya segelintir orang saja yang melihat perlunya melakukan "perbaikan terus menerus", sehingga pemanfaatan sistem TWI menjadi terbengkalai. Di sisi lain negara-negara yang kalah perang seperti Jepang, perlu memembangun kembali industrinya. Untuk kebutuhan tersebut, banyak trainer TWI yang didatangkan ke Eropa dari negara yang menang perang dunia ke-2, sedangkan untuk pengembangan TWI di Jepang dilakukan berdasarkan perintah dari Jendral Mc Arthur selama pendudukan Amerika.

(Referensi : Wikipedia)

Monday, January 22, 2007

Apa itu TWI ?

TWI adalah singkatan dari Training Within Industry. Sejarah TWI di Jepang sendiri dimulai dari kekalahan Jepang di Perang Dunia ke-2. Setelah PDII, Jendral Mc Arthur yang melihat Jepang porak-poranda, berniat untuk membangkitkan kembali dengan segera industri-industri yang ada di Jepang. Melalui Pusat komandonya (General Head Quarter, GHQ), Jendral Mc Arthur memerintahkan untuk menyebarkan metode Training Within Industry. TWI ditujukan untuk peningkatan kemampuan penyelia (supervisor) dalam hal :
  1. Mengajarkan cara kerja
  2. Cara melakukan kaizen (perbaikan terus menerus)
  3. Cara berkomunikasi
  4. Peningkatan keselamatan kerja

Test Blog

Hari ini hari Senin akan berubah ke hari Selasa tgl 23 Januari 2007. Saya sedang belajar untuk jadi trainer Training Within Industry-JM (Job Method), di Nihon Sangyou Kunren Kyoukai, Shibuya, Tokyo. Minggu lalu (15-20 Januari 2007) belajar untuk jadi trainer TWI-JI (Job Instruction). Homepage ini sebagai pembelajaran saya untuk buat blog dan untuk forum penyebaran pengetahuan tentang TWI.